Makalah Inovasi Sistem Informasi dan Teknologi

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
download (2)
Analisa Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Go-Jek
                             Dosen Pengampu: Yuli Maharetta
Disusun Oleh:
Afifah Amalia        10117226
Reza Burhanudin   15117101
Sindi Fernanda       15117693
Sonya Natasha        15117753
Kelompok : 3
Kelas: 2KA05
Unuversitas Gunadarma
2018/2019


PENDAHULUAN

Pendiri GO-JEK yang bernama Nadiem Makarim, mungkin tidak semua orang mengenal sosoknya namun siapa yang tidak mengenal GO-JEK saat ini. GO-JEK sebagai perusahaan startup lokal, kini telah berkembang pesat keseluruh kota-kota besar Indonesia dan berubah menjadi perusahaan professional yang menawarkan jasa transportasi antar penumpang dengan sepeda motor alias ojek. Fenomena GO-JEK sebagai brand juga kini bisa dibilang semakin melambung tinggi, banyak sekali orang-orang yang menggunakan aplikasi berbasi ojek online ini (GO-JEK) dan banyak sekali media media online yang membicarakannya, baik itu segi positif maupun negatifnya. 
  1. Apa itu aplikasi Go-Jek?
  2. Bagaimana Sejarah terbentuknya Go-Jek?
  3. Apa saja kelebihan dari aplikasi Go-Jek?
  4. Apa saja Kekurangan dari aplikasi Go-Jek?

  1. Mengetahui apa itu Aplikasi Go-Jek.
  2. Mengetahui Sejarah Go-Jek.
  3. Mengetahui Kelebihan pada aplikasi Go-Jek.
  4. Mengetahui Kekurangan pada aplikasi Go-Jek.

  • Pengertian Go-Jek

Go-Jek merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Saat ini, GO-JEK telah tersedia di 50 kota di Indonesia. Hingga bulan Juni 2016, aplikasi GO-JEK sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google Play pada sistem operasi Android. Saat ini juga ada untuk iOS, di App Store. Go-jek Juga menyediakan layanan pembayaran digital yaitu Go-pay, Layanan Go Jek juga memenuhi kebutuhan setiap hari, Saat ini Go-jek sedang Terus melakukan Ekspansi ke Negara – Negara di Asia Tenggara, dan kini sudah ada di Thailand dan Vietnam.

  • Sejarah Go-Jek

GO-JEK didirikan oleh Nadiem Makarim, warga negara Indonesia lulusan Master of Business Administration dari Harvard Business School. Ide mendirikan GO-JEK muncul dari pengalaman pribadi Nadiem Makarim menggunakan transportasi ojek hampir setiap hari ke tempat kerjanya untuk menembus kemacetan di Jakarta.

Sebagai seorang yang sering menggunakan transportasi ojek, Nadiem melihat ternyata sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh pengemudi ojek hanyalah sekadar mangkal menunggu penumpang. Padahal, pengemudi ojek akan mendapatkan penghasilan yang lumayan bila banyak penumpang. Selain itu,Ia melihat ketersediaan jenis transportasi ini tidak sebanyak transportasi lainnya sehingga seringkali cukup sulit untuk dicari. Ia menginginkan ojek yang bisa ada setiap saat dibutuhkan. Dari pengalamannya tersebut, Nadiem Makarim melihat adanya peluang untuk membuat sebuah layanan yang dapat menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek.

Pada tanggal 13 Oktober 2010, GO-JEK resmi berdiri dengan 20 orang pengemudi. Pada saat itu, GO-JEK masih mengandalkan call center untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek. Pada pertengahan 2014, berkat popularitas Uber kala itu, Nadiem Makarim mulai mendapatkan tawaran investasi.Pada 7 Januari 2015, GOJEK akhirnya meluncurkan aplikasi berbasis Android dan IOS untuk menggantikan sistem pemesanan menggunakan call center.



2.3 Kelebihan Aplikasi Go-Jek
Mulai dari segi tampilan, aplikasi Go-Jek ini semakin lama tampilannya semakin  menarik. Dengan animasi-animasi yang ciamik dan fitur-fitur yang menarik, Go-Jek berhasil menyita hati banyak customer. Bahkan Go-Jek juga terkadang menyediakan fitur kuis-kuis di aplikasinya yang bisa menjadi hiburan di waktu senggang.
Selain itu, Go-Jek juga kini menyediakan opsi-opsi lain seperti Go-Food (layanan pesan antar makanan), Go-Car (layanan taksi online), Go-Glam (layanan salon), Go-Massage (layanan pijat), Go-Clean (layanan pembersihan), Go-Mart (layanan belanja), dan lain-lain. Hal ini tentu menjadi salah satu kekuatan Go-Jek yang terbesar karena aplikasi ojek online lain tidak ada yang menyediakan pilihan seberagam Go-Jek.
Go-Food sendiri merupakan layanan pesan antar yang paling banyak bekerjasama dengan restoran-restoran sehingga opsi restoran di Go-Food paling lengkap dibanding aplikasi ojek online lain.
Seakan-akan tahu sekali cara menggaet lebih banyak customer, Go-Jek juga menyediakan system pembayaran online yaitu Go-Pay. Tidak perlu repot menyediakan cash, cukup top-up Go-Pay menggunakan M-banking maka kita bisa menggunakan layanan Go-Jek sepuas hati. Dengan Go-Pay juga Go-Jek menawarkan berbagai promo menarik seperti cashback, discount, dan lain-lain.

  • Kekurangan Aplikasi Go-Jek

Ketika kita memesan layanan Go-Jek tetapi tidak mendapatkan respon dari aplikasinnya? Sehingga kita terpaksa menggunakan moda transportasi yang lain. Konon inii disebabkan salah satunya oleh overload-nya server aplikasi yang sudah tidak bisa menampung banyaknya user dan driver. Error ini kadang juga muncul saat kita sedang menentukan lokasi penjemputan.

Di aplikasi ojek online ini kita bisa melihat apakah ada ojek yang berada di sekitar kita yang dapat menjemput kita dengan cepat jika order dilakukan. Tapi sayangnya, kita tidak bisa memilih driver mana yang akan kita gunakan. Setelah kita memesan, maka para driver akan “berebut” untuk mendapatkan order tersebut. Meski perkiraan diaplikasi bahwa driver akan tiba dilokasi penjemputan, namun nyatanya kita malah bisa menunggu lebih lama dari waktu yang diperkirakan oleh aplikasi.



Ketika kita sudah diatas motor driver dan diantarkan ke titik lokasi sesuai yang kita pesan di aplikasinya. Jika ditengah perjalanan ada perubahan rencana, maka kita tidak bisa secara serta merta meminta sang driver untuk merubah arah tujuan. Kita hanya bisa berganti dua kali moda transportasi karena ada perubahan rencana.

Terkadang setelah pemesanan melalui aplikasi ini dilakukan, beberapa saat kemudian muncul pesan “We cant find a driver”. Hal ini disebabkan karena belum banyaknya driver gojek didaerah tersebut saat kita melakukan pemesanan.

Saat awal-awal beroperasi, setiap pengemudi Go-Jek yang dipesan selalu sigap dengan menawarkan masker dan cover untuk kepala sebagai bagian dari standar pelayanan ojek online ini. Namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut semakin langka. Meskipun diaplikasi tertulis jelas bahwa hal  tersebut merupakan bagian dari layanan ojek online ini.

“Selamat pagi neng cantiiiik”…”Udah sarapan belumm??”..Pesan singkat itu bukan dikirim oleh seorang pacar atau pasagan customer, melainkan oleh driver ojek online kepada pelanggan yang pernah ia antar.Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Karena aplikasii ojek online ini memungkinkan para pengemudi driver dan penggunanya untuk saling mengetahui nomor handphone masing-masing, tujuannya adalah untuk memudahkan komuniikasi ketika proses pemesanan, tapi oleh beberapa oknum pengemudi dijadikan alat untuk melanggar prvasi pelanggannya.

Belakangan ini sedang tren istilah order fiktif. Bagaimana order fiktif itu terjadi? dijalankan dengan menggunakan dua perangkat ponsel berbeda yang dimiliki oleh sang pengendara curang ini. Ponsel pertama yang merupakan milik pribadi digunakan untuk membuat pesanan. Kemudian ponsel kedua yang diberikan oleh perusahaan digunakan untuk menerima pesanan tersebut.

Setelah pesanan dibuat dan diambil, lantas pengendara bertindak seolah-olah mengantar sang pemesan, padahal sebenarnya tidak ada yang memesan alias hanya pengendara yang mengendarai motornya sendiri. Ojek tersebut berlaku seolah-olah mengantar pelanggan sesuai dengan order fiktif yang telah dilakukannya tadi. Kecurangan yang menjadi marak tersebut tentu saja merugikan perusahaan dan membuat driver Go-Jek lain menjadi kesulitan mendapatkan order.




PENUTUP

Dengan adanya moda transportasi berbasis khususnya ojek online (Go-Jek) telah berhasil berinovasi dan sekarang ojek konvensional mulai tergantikan, mereka memilih menggunakan ojek online dikarenakan lebih murah, lebih cepat, serta memiliki beberapa fitur layanan yang kekinian dan sangat menarik pelanggan.
Sistem yang dibangun oleh Go-Jek memiliki beberapa kekurangan, mulai dari server error, order fiktif hingga masalah privasi pengguna Go-Jek. Untuk server error Go-Jek mungkin bisa rutin untuk selalu memelihara servernya dengar cara maintenance server. Untuk order fiktif pihak Go-Jek dapat meningkatkan Verifikasi bagi calon driver yang terintegerasi dengan kartu identitas. Untuk solusi keamanan privasi, Go-Jek dapat berinovasi baru dengan tidak memperlihatkan nomor pelanggan secara menyeluruh, namun baik pihak driver dan pelanggan dapat berkomunikasi dengan layanan telepon langsung dari aplikasi sehingga diharapkan tidak terjadi pelanggaran privasi dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar